SBNpro – Siantar
Melalui Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Pemko Siantar sedang mencari sosok yang tepat untuk menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Siantar.
Pencarian sosok Sekda Siantar yang tepat untuk Kota Siantar itu pun disikapi sejumlah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang lama bertugas di lingkungan Pemko Siantar.
Salah satunya, seperti disampaikan Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Midian Sianturi. Sebelum pensiun, Midian menduduki jabatan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar.
Bagi Midian Sianturi, sosok Sekda yang dipilih, ia harapkan sosok yang memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang ilmu pemerintahan, dan sosok yang memahami Kota Siantar maupun karakter ASN (Aparatur Sipil Negara), baik PNS maupun P3K yang ada di lingkungan Pemko Siantar.
“Yang pertama itu, dia (sosok Sekda) harus mempunyai ilmu pemerintahan yang kuat atau mumpuni. Yang kedua, harus mengerti tentang kota siantar, terutama mengenai kebudayaan atau kebiasaan orang siantar, terutama mengerti kehendak, dan watak dari ASN di Siantar,” ujar Midian Sianturi yang pensiun tahun 2021 yang lalu.
Syarat demikian dimintakan Midian, karena watak warga dan ASN di Kota Siantar tergolong keras. Dengan demikian, diperlukan sosok Sekda yang paham, sehingga dapat merangkul dan mengkoordinir ASN di lingkungan Pemko Siantar.
Kemudian, sosok Sekda Siantar selanjutnya, juga sosok yang mampu bekerja sama dengan Walikota Siantar. Agar peristiwa ketidakcocokan antara Sekda dengan Walikota Siantar, tidak terulang.
‘Karena watak ASN di Siantar ini agak keras. Jadi harus bisa merangkul dan mengayomi ASN. Itulah yang utama. Baru, bisa kerjasama dengan kepala daerah, yaitu walikota. Mempunyai hubungan yang baiklah. Jangan nanti seperti yang kemarin,” sebut Midian, Kamis (22/06/2023) saat dihubungi melalui Whatsapp (WA) oleh jurnalis.
Dijelaskan, sebelum memilih, Walikota Siantar harus mengetahui sifat, sikap maupun kepribadian dari calon Sekda yang diusulkan Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama.
“Artinya, kepala daerah (walikota) itu harus mengetahui sifat dan kepribadian calon sekda-nya. Supaya bisa berkoordinasi dengan baik nantinya,” tandas Midian.
Sementara itu, mantan Plt Sekretatis DPRD Kota Siantar Wanden Siboro menegaskan, sebaiknya Sekda Siantar merupakan “Anak Siantar”, serta ASN yang bertugas di lingkungan Pemko Siantar.
“Kalau masih ada yang disini, ya lebih baguslah yang itu. Sudah jelas lebih mengenal masyarakat kota ini. Dan juga lebih memahami ASN yang ada di pemerintahan ini. Jadi kalau koordinasi pun sudah lebih akrab, karena sudah saling kenal,” ucap Wanden Siboro.
Katanya, ada resiko bila memilih sosok dari luar Kota Siantar. “Kalau misalnya (Sekda berasal) dari luar, maka masih harus PDKT (pendekatan/adaptasi) lagi. Dan itupun, belum tentu bisa sejalan dengan walikota. Kan sudah pernah begitu, walikota sama sekda-nya tak cocok. Jadi kita juga harus belajar dari yang sebelumnya,” ungkap Wanden. (*)
Editor: Purba
Discussion about this post